Tampilkan postingan dengan label Berita Automotf. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Automotf. Tampilkan semua postingan

Alasan mengapa Sepeda Motor harus menyalakan Lampu Utama saat Siang Hari

Saat siang hari yang sangat terang, membuat mata kita seakan terbiasa melihat benda-benda sekitar (jalanan, trotoar, pohon, dsb). Namun ketika kita melihat ada kilasan atau sinar cahaya pada saat seperti itu, membuat perhatian kita mengarah ke cahaya tersebut.

Hal inilah yang menjadi dasar mengapa DRL (Daytime Running Light/Menyalakan Lampu Utama di Siang Hari) perlu dilaksanakan.

Berikut beberapa alasan yang menjadikan Peraturan mengenai Menyalakan Lampu pada Siang Hari perlu dilakukan.

1. Mata sebagai Sinyal Umpan Balik (Feedback Signal)/Sensor 

Saat mengendarai kendaraan, mata adalah salah satu panca indera yang paling penting. Indera mata itulah yang menjadi sensor penghindar kecelakaan. Untuk dapat memberikan respon, mata membutuhkan suatu bentuk stimulus awal. Syarat utama terjadinya hubungan stimulus respon bukanlah jarak, tetapi adanya saling kesesuaian antara stimulus dan respon. Jika seseorang melihat suatu objek maka stimulus yang mengenai mata bukanlah objeknya secara langsung, tetapi sinar yang dipantulkan oleh objek tersebut yang bekerja sebagai stimulus yang mengenai mata. Stimulus yang diindera itu lalu diorganisasikan dan kemudian diinterpretasikan sehingga seseorang tersebut menyadari, serta mengerti tentang apa yang diindera itu.

 Mata bekerja dengan cara menangkap pantulan sinar yang diperoleh pada jarak pandang mata. Pantulan-pantulan itu akan menentukan persepsi pengendara terhadap warna, bentuk dan jarak. Semua variabel hasil pengukuran ini jelas memengaruhi reaksi pengendara kendaraan tersebut. Sinyal dari mata akan diteruskan ke otak yang berfungsi sebagai pengendali (controller), kemudian menghasilkan stimulasi gerakan tubuh (tactile atau body movement) yang dalam hal ini sebagai aktuator (actuator) untuk menjaga kestabilan dan gerak laju kendaraan.

 Menurut Jakarta Defensive Driving Consulting/JDDC (2007), konsep mengemudi adalah pandangan aman, lingkaran/ruang aman dan tergantung dengan sikap atau prilaku. Dengan memiliki pandangan aman, maka pengemudi dapat mengenali objek sedini mungkin sehingga lebih waspada dan memiliki waktu untuk mengambil keputusan. Melalui pandangan aman, pengemudi dapat menciptakan lingkaran amannya sendiri. Ini disebabkan karena mengemudi kendaraan bermotor adalah aktivitas dinamis dimana situasinya selalu berubah. Oleh karena itu pengemudi dituntut harus selalu menjaga pandangan dan memelihara ruang aman untuk setiap pergerakannya. Semua konsep ini sangat tergantung pada panca indera mata sehingga jelas bahwa mata berfungsi sebagai sensor dan sangat penting peranannya.

 Masih merujuk pada hasil penelitian JDDC, pandangan aman dapat dibagi menjadi tiga zona, yaitu;
 (1) Zona melihat, ini merupakan zona paling jauh dimana kita bisa melihat bahaya dari awal 30-120 detik ke depan. Zona ini paling aman karena memiliki waktu yang cukup untuk bermanuver dengan halus dan aman.
(2) Zona analisis, merupakan zona antara 12-15 detik di hadapan kita. Pada zona ini bisa dilihat bahaya dengan jelas sehingga harus menganalisis dan mengambil keputusan, dan (3) Zona beraksi, yang merupakan zona terdekat, yaitu 4-6 detik ke depan sehingga apa yang akan terjadi pada objek di depan harus dapat diketahui dan jika tidak maka akan berbahaya.

Dari ketiga zona tersebut, bagaimanapun membuktikan bahwa mata adalah sensor yang memberikan sinyal umpan balik pada pengemudi untuk menghindari kecelakaan, baik saat pandangan ke depan ataupun ke belakang melalui kaca spion.

2. Pengaruh Blind Spot Pada Peningkatan Kecelakaan Lalu Lintas 

Mata dapat berfungsi sebagai sensor yang sangat baik, mengapa tingkat kecelakaan lalu lintas masih tinggi? Ini ada hubungannya dengan apa yang disebut dengan blind spot, yaitu area penglihatan pengguna jalan yang tak dapat dipantau dengan sempurna karena terhalang suatu objek yang bisa berbentuk pengguna jalan yang lain, sarana-prasarana lalu lintas, dan lain sebagainya.

Dari sebuah hasil penelitian, disebutkan bahwa blind spot adalah penyebab kecelakaan yang sering merenggut korban jiwa. Ini dapat dijelaskan dari sudut pandang biologis dan psikologis manusia. Jika terjadi suatu kondisi blind spot, maka yang muncul pada pengemudi tersebut adalah reaksi reflek atau keterkejutan. Pengemudi yang terlatih menghadapi bahaya kejutan cenderung bergerak reflek seperti mengerem atau menghindar ke arah yang lain. Dalam mekanisme reflek, rangsangan yang diterima langsung melewati sumsum tulang belakang dan diteruskan lewat efektor dengan sangat cepat melebihi gerak sadar yang harus melewati otak terlebih dahulu. Namun sebaliknya, pengemudi lainnya mungkin hanya dapat berteriak. Bahkan dalam kasus tertentu bisa saja malah menekan gas lebih dalam karena terkejut yang merupakan gerak reflek tak terkendali.

Yang juga perlu diperhatikan di sini adalah bahwa ketika berkendara maka kelajuan yang dicapai otomatis berpengaruh dalam menentukan energi kinetik. Ini dapat dijelaskan dengan sebuah teori kecepatan, bahwa semakin cepat laju kendaraan, semakin besar pula daya kinetik yang terjadi sehingga akan membuat jarak pengereman menjadi lebih panjang.

Pada dasarnya ketika kendaraan sedang bergerak, maka kestabilan kendaraan telah berkurang dan menyebabkan traksi roda pada permukaan lintasan ikut berkurang. Traksi roda didefinisikan sebagai kemampuan suatu kendaraan untuk mendorong atau menarik beban. Traksi biasanya terkait dengan kehilangan gesekan sewaktu terjadi percepatan, baik pada waktu awal gerak ataupun ketika kendaraan menyalip kendaraan lain. Oleh karenanya tidaklah mengherankan ketika objek kendaraan lain terlambat diamati, bahkan tidak terdeteksi lebih awal, maka kestabilan kendaraan akan berkurang disebabkan terjadinya proses pengereman, memindahkan transmisi dan mengubah kecepatan secara tiba-tiba.

3. Manfaat DRLs untuk Mengurangi Angka Kecelakaan 

Seperti yang diketahui bersama, lampu adalah suatu alat yang dapat memproduksi cahaya dan cahaya itu sendiri adalah radiasi elektromagnetik yang mampu menyebabkan rangsangan kasat mata (visibilitas). Sementara, seperti pada uraian di atas, mengemudi kendaraan bermotor adalah aktivitas dinamis akibat adanya perubahan situasi. Secara umum kemampuan otak dan koordinasi fisik manusia hanya mampu bereaksi secara antisipatif terhadap benda yang bergerak dengan kecepatan 5-10 km/jam. Oleh karena itu reaksi antisipasi akan lamban jika sewaktu-waktu ada sepeda motor yang dipacu hingga kecepatan mencapai 100 km/jam. Ini dikarenakan kecepatan reaksi adalah jumlah stimulus yang diindera dan sangat berhubungan erat dengan unit waktu.

Karena itulah, mata membutuhkan cahaya, yang dalam kasus ini dihasilkan oleh lampu sepeda motor. Dengan adanya bantuan cahaya maka mata sebagai sensor akan cepat merangsang interpretasi pengemudi terhadap suatu benda sehingga mempercepat waktu untuk bereaksi. Mata akan lebih reaktif memprediksi jarak kendaraan lain, mengirim sinyal-sinyal ke otak dan kemudian mengkoordinasikannya dengan pergerakan tubuh. Cahaya lampu tersebut juga dapat mengurangi kondisi fatamorgana yang timbul akibat uap panas dari aspal jalanan. Karena itulah DRLs diberlakukan sebagai upaya memicu kecepatan reaksi antisipasi pengemudi sehingga mengurangi kemungkinan terjadinya kecelakaan.

Ditlantas Polda Metro Jaya telah membuktikan bahwa dengan adanya penerapan aturan DRLs tersebut mampu menekan angkat kecelakaan hingga lebih dari 20 persen hanya dalam jangka waktu dua bulan. Di Surabaya, pada tahun 2005, program ini berhasil mencatat penurunan angka kecelakaan sepeda motor hingga 50 persen. Sedangkan di negara lain, seperti Malaysia, Thailand bahkan Amerika dan Eropa, kecelakaan dapat dikurangi hingga mencapai 30 persen.

Hasil persentase pada daerah atau negara lain di atas membuktikan tingkat efektifitas DRLs untuk menurunkan angka kecelakaan lalu lintas. Oleh karena itu masihkah menyalakan lampu sepeda motor pada siang hari mengundang kontroversi?

4. Ketentuan Hukum 

Pasal 107 Ayat (2) UU. No 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan;

"Pengemudi Sepeda Motor selain mematuhi ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib menyalakan lampu utama pada siang hari."

Pasal 293 Ayat (2) UU. No 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan;

"Setiap orang yang mengemudikan Sepeda Motor di Jalan tanpa menyalakan lampu utama pada siang hari sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107 ayat (2) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 15 (lima belas) hari atau denda paling banyak Rp 100.000,00 (seratus ribu rupiah)."

5. Kesimpulan 

Memang pada dasarnya aturan ini bukan untuk membuat kepastian akan keselamatan anda saat mengendarai motor setiap hari. Namun aturan ini dibuat untuk membuat resiko motor tidak terlihat akibat adanya faktor Blind Spot menjadi lebih kecil dan akhirnya diharapkan mampu menekan angka kecelakaan sepeda motor. Sisanya, attitude kita yang berbicara.

Tips Manajemen Turing Bikers Indonesia


Turing merupakan aktivitas kegemaran biker yang dilakukan pada waktu liburan panjang atau waktu tertentu. Biasanya turing ini telah dipersiapkan jauh hari sebelum hari keberangkatan, baik secara pribadi maupun bersama klub/komunitas. Nah.. di halaman ini ada tips yang harus dipersiapkan bikers demi keamanan dan kenyamanan turing, khususnya dilakukan kendaraan sepeda motor.


Persiapan turing tersebut adalah wajib karena perjalanan yang akan ditempuh bukanlah jarak yang dekat melainkan jarak jauh dengan memakan waktu dan tenaga yang lama. Biasanya turing ini berkisaran antara 3-5 hari bahkan ada yang lebih.
Berikut ini Tips Management Turing yang minimal harus dipersiapkan :
  1. Riset terlebih dahulu lokasi tujuan turing, riset yang murah meriah bisa melihat dan mencari diinternet. Riset ini meliputi,Lokasi, Penginapan,Jalur yang akan dilalui, Pom Bensin, dan Tempat Makan.
  2. Hitunglah perkiraan jarak tempuh yang akan dilalui menuju lokasi turing, jarak tempuh ini bisa digunakan untuk kalkulasi biaya bensin dan biaya akomodasi lainnya.
  3. Persiapkan keuangan anda, sebaiknya ada dana cadangan besarnya 20% dari total anggaran turing. Biaya turing secara hitungan kasar bisa didapat dari hasil riset pada point 1 dan 2.
  4. Diskusikan dengan tim turing atau teman-teman anda yang akan mengikuti turing, dengan menganalisa hasil riset agar terjadi persepsi dan pola pikir yang sepaham. Hindari peserta turing yang tidak memiliki waktu banyak atau senggang, karena seluruh peserta turing harus pulang dan pergi bersama dan hindari untuk salah satu peserta turing pulang lebih awal dari jadwal yang telah ditentukan, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Misalnya ada trouble dijalan maka akan repot jika sendirian.
  5. Persiapkan motor dengan baik, motor sebagai senjata utama untuk menempuh jarak jauh, sebaiknya motor di-service dibengkel langganan anda dan diskusi dengan mekanik kepercayaan anda, bahwa motor ini akan digunakan turing jauh, agar mesin di-setting sesuai kebutuhan turing.
  6. Cek seluruh komponen dan part utama motor seperti : Mesin,lampu utama (depan),lampu rem,sein,kondisi rem baik depan dan belakang jangan lupa cek kampas rem, roda depan dan belakang pastikan kondisi ban masih tebal tidak gundul alias botak, cek tekanan angin, cek kabel gas dan kopling, jika kondisinya kurang baik segera ganti dikawatirkan bisa putus dijalan.
  7. Gantilah oli mesin anda 1-2 hari sebelum perjalan turing dilakukan, agar kondisi oli dalam keadaan baik.
  8. Bawalah part cadangan dan tools kits standart bawaan motor, untuk persiapan jika kondisi motor mengalami trouble. Jangan lupa membawa “senter” untuk berjaga-jaga saat ada trouble motor dimalam hari.
  9. Apparels turing, meliputi : Jaket,celana,sepatu, sarung tangan,body protector dan jas hujan. Persiapkan jaket turing dan celana turing dengan kriteria sebagai berikut : Khusus jaket, pilihlah jaket yang mudah kering dibadan, ingat jaket ini harus disesuaikan dengan iklim tropis di Indonesia, minimal bisa meng-cover saat kondisi hujan dan panas. Pastikan jaket memiliki system ventilasi udara yang baik, agar sirkulasi udara ditubuh kita mengalir dengan lancar dan badan tidak lembab (lepek) yang dapat mengakibatkan masuk angin. Jaket tidak harus water proof karena jika hujan bisa menggunakan jas hujan. Begitu juga soal celana, pilih celana yang mudah kering dan mudah dicuci. Saat turing sebaiknya pakailah t-shirt yang berbahan mudah menyerap keringan dan cepat kering biasanya berbahan Polyester Jersey, dan T-shirt ini yang press body atau mirip baju senam wanita. Karena T-shirt ini merupakan dasaran sebelum menggunakan jaket, jadi keringat ditubuh tidak akan menyebar luas dan tetap langsung diserap oleh T-shirt. Dan jaketpun akan selalu dalam kondisi kering. Untuk sepatu wajib water proof. Gunakan sepatu yang memilki tinggi diatas mata kaki agar kaki aman terlindungi, dan bagian ujung sepatu terbuat dari material yang keras. Jangan lupa body protector, ini penting karena bisa melindungi diri anda dari accident yang tidak diinginkan. Khusus glove atau sarung tangan pilihlah sarung tangan yang bagian luarnya memiliki protector dan bagian telapak tangan terbuat dari kulit yang lembut (kulit bagian dalam-teksturnya seperti kain handuk), hal ini berfungsi untuk mengelap kaca helm saat riding diwaktu hujan.
  10. Bawalah baju dan keperluan pribadi secara tidak berlebihan agar bisa tertata rapi dikendaraan anda, jika menggunakan box masukan seluruh kedalam box, side box kiri kanan atau top box. Pastikan beban dibox tidak melebihi kapasitas agar breket tidak patah.
  11. Jaga kondisi tubuh anda dengan baik, usahakan selalu minum air mineral dengan cukup agar tidak dehidrasi. Minumlah suplemen tambahan, seperti multi vitamin dan sejenisnya jika diperlukan, agar daya tahan tubuh tetap terjaga.
  12. Istirahatlah setiap 2-3 jam sekali. Kondisi konsetrasi setiap orang berbeda, namun pada teorinya manusia hanya sanggup menjaga kestabilan konsentrasi dalam tempo maximal 3 jam. Diatas itu sudah tidak bisa konsentrasi dengan baik dan reflek tubuhpun akan menurun.
  13. Mintalah surat ijin dari kepolisian dimana anda berdomisili, agar perjalanan anda lebih aman dan resmi, sehingga jika ada razia dijalan anda tetap aman. Selain surat ijin dari kepolisian yang tidak kalah penting adalah ijin kepada istri atau orang tua, mintalah ijin dengan jujur, berikan informasi detail mengenai berapa lama perjalan turing anda, dan berikan no telepon dan nama peserta turing, agar saat terjadi accident keluarga kita bisa menghubungi perserta turing yang lain.
  14. Selama perjalanan jagalah sopan santun berkendara dan taatilah peraturan lalulintas, jangan saling kebut-kebutan sesama peserta turing.
  15. Jika anda masuk dalam komunitas/club informasikan atau publikasikan perjalan turing anda keteman-teman komunitas/club anda agar mereka siap membantu jika ada trouble diperjalanan.
  16. Kamera, jangan lupa membawa kamera agar moment liburan/turing anda tetap bisa abadikan dan dijadikan kenangan buat teman dan keluarga anda.

Over heat pada Megapro Lama

Pernah mengalami motor tiba-tiba mati saat mengendarainya? coba cek disini, mungkin bisa menjadi solusi untuk anda.



Saat sedang urgent, kadang motor tiba-tiba mati, setelah beberapa kali di sela, ternyata selaan los atau tidak bisa di sela, itu bisa jadi karena tidak adanya kompresi. Itu kemungkinan karena overheat...

coba cara ini :
Ambil sebuah sedotan atau apapun yang bisa digunakan untuk mengambil sedikit oli. Buka tutupan oli, kemudian ambil oli tersebut. Lalu buka lah busi, dan masukkan oli tersebut ke dalam lubang busi... Setelah memasukkan oli ke lubang busi, coba di sela / dinyalakan kembali motornya, bila asap mengebul, itu wajar karena efek oli tersebut.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...